Langsung ke konten utama

Postingan

Kontribusi Koperasi Zaman Now dalam Mewujudkan Rumah Jaman Now

Populasi janda di Indonesia kian tahun semakin meningkat. Peningkatan ini didasari adanya perceraian dalam hubungan rumah tangga, baik cerai mati ataupun hidup. Persebaran janda di Indonesia merata dari Barat hingga Timur Indonesia. Untuk kota-kota besar seperti Makassar, Bandung, Surabaya dan Jakarta populasi janda bertambah sekitar 4.000-10.000 janda setiap tahunnya. Berdasarkan data harian Kompas, jumlah populasi janda di kota Makassar, Bandung dan Surabaya masing-masing bertambah 1900, 9900 dan 5200 janda di tahun 2018. Data populasi janda di atas adalah bentuk konfirmasi bahwa janda di Indonesia perlu mendapat perhatian khusus. Pada umumnya, perempuan yang berstatus janda tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan karena sebelumnya kebanyakan dari mereka mengandalkan penghasilan suami. Tentunya, kondisi ini akan berimbas pada perekonomian dan kelangsungan hidup para janda dan anak-anaknya. Tidak sedikit di luar sana, anak menjadi korban akibat status ibu sebagai janda seper...

LEBIH DARI SEKEDAR BUDAYA, TORAJA KINI BERBEDA

Hari ini cuaca tidak seperti biasanya, awan menggelap seakan memberi petanda jika hujan akan turun. Namun kenyataannya, tidak demikian. Tapi sesekali kedua tangan ini memeluk badan yang seakan kedinginan tapi sebenarnya tidak ada hujan. Mungkin karena saya berada di titik dengan dataran tinggi. Jika kalian bertanya saya ada di mana dan saya menjawab Toraja, kalian akan bertanya-tanya apa hubungannya? Ya karena memang, tidak banyak yang tahu jika Toraja adalah salah satu wilayah yang berada di dataran tinggi. Pagi bangun tidur akan terasa dingin, siang pun demikian, belum lagi malam yang bertambah dingin disertai angin. Itulah gambaran Toraja, salah satu wilayah di Timur Indonesia tepatnya provinsi Sulawesi Selatan. Hari ini pula saya menyaksikan kedinginan itu bersama rekan lainnya. Kami bukan petualang, kami bukan pula anak yang hobi traveling tapi kami adalah anak yang haus akan keindahan alam. Karena kehausan itu kami berdiri di dataran Toraja. Menyebut nama Toraja, m...

Pandangan di Balik Tulisan Denny JA: NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?

Kembali lagi, wacana pergantian sistem pemerintahan di Indonesia terdengung di telinga. Wacana tersebut menginginkan adanya perubahan ketatanegaraan yaitu NKRI bersyariah yang berlandaskan agama. Ini bukan kali pertamanya, sudah berulang-ulang wacana tersebut disampaikan hingga berbagai media turut bersuara. Saat aksi 212 tahun 2016, wacana NKRI bersyariah sudah disorakkan dan kembali lagi wacana tersebut dipertegas saat berlangsungnya reuni 212 di tahun 2017. Tidak sampai di situ, pada 2018 wacana NKRI bersyariah lagi-lagi disuarakan oleh salah seorang tokoh saat menyampaikan dukungannya pada capres Prabowo. Tentu saja, wacana NKRI bersyariah mendapat pro dan kontra dari berbagai kalangan. Lantas, siapakah tokoh yang terus memperjuangkan konsep NKRI bersyariah? Habib Rizieq Shihab, salah satu tokoh di balik konsep NKRI bersyariah. Atas ambisinya, Habib Rizieq Shihab menuliskan sebuah buku yang berjudul Wawasan Kebangsaan, Menuju NKRI Bersyariah. Dalam tulisan Habib Rizie...

Cegah Stunting Pada Anak, Rokok Harus Mahal

sumber: sosial media KBR Ketika Anda melihat seorang anak yang memiliki tubuh kurus seperti orang yang kekurangan gizi, bagaimana perasaan Anda? Ketika Anda mengetahui bahwa anak tersebut berasal dari keluarga miskin yang tak mampu memenuhi gizi anaknya, apa yang akan Anda lakukan? Ketika Anda melihat kondisi keluarga si anak yang sebenarnya mampu membeli makanan bergizi, namun karena pengeluaran yang tidak bermanfaat membuat si anak tidak terawat dengan baik, apa tindakan Anda? Setelah Anda menelusuri, ternyata orangtua adalah penyebab anak memiliki tubuh kurus hingga kekurangan gizi, bagaimana Anda menanggapinya? Indonesia merupakan salah satu negara yang ditetapkan oleh WHO sebagai negara yang memiliki gizi buruk. Sekitar 7,8 juta dari 23 juta balita di Indonesia adalah penderita stunting. Jika dipersentasekan angka itu mencapai 35,6 persen, sebanyak 18,5 persen kategori sangat pendek dan 17,1 persen kategori pendek. Salah satu faktor penyebab tingginya penderita stunting ...